Hi Technokers! How are you? Semoga kita semua dalam keadaan baik-baik saja yaa. Pada kesempatan kali ini, saya ingin membagikan langkah-langkah Instalasi Proxmox melalui VMware. Yuk ikutin terus blognya!
PENGERTIAN
Proxmox Virtual Environment adalah sebuah proyek open source yang di kembangkan dan di maintain oleh Proxmox Server Solutions GmbH di Jerman. Proxmox VE adalah sebuah platform virtualisasi open source untuk menjalankan aplikasi dan mesin virtual.
Proxmox VE menggunakan Linux Debian karena Linux Debian mempertimbangkan release pada saat versi tersebut mencapai stability, security dan usability yang baik. Dengan demikan maka Proxmox VE mengandalkan Linux Debian dalam komitmentnya dalam stability, security, dan usability.
TEKNOLOGI VIRTUALISASI YANG DISEDIAKAN
1) KVM
KVM merupakan kependekan dari Kernel Virtual Machine. KVM merupakan bagian integral dari Linux sejak tahun 2007.
Informasi lebih lanjut mengenai KVM silahkan kunjungi Link ini.
2) QEMU
QEMU menyediakan emulasi dan virtualisasi interface.
Informasi lebih lanjut mengenai QEMU dapat dibaca disini.
3) LXC
LXC atau Linux Container ini merupakan virtualisasi OS atau virtualisasi operating system. Di sini containernya diisolasi tetapi masih melakukan share pada operating system dan juga library/binnya.
Informasi lebih lanjut mengenai LXC silahkan kunjungi Link ini.
FITUR-FITUR PROXMOX
Berikut adalah beberapa fitur yang ditawarkan Proxmox VE
1. High performance and scalability
2. Full Virtualization
3. OS Virtualization
4. Live Migration
5. Open source
6. High Availability Cluster
7. RESTful web API
8. Proxmox Cluster file system
9. Rich web app for management
10. Network Model, dll
PERSIAPAN INSTALASI
- Pastikan PC kita sudah terinstal software virtual machine, kali ini yang saya pakai adalah VMware Workstation.
- Pastikan kita sudah memiliki file ISO Proxmox. Jika belum, bisa didownload disini.
LANGKAH-LANGKAH INSTALASI
1) Buka VMware Workstation, pilih "New Virtual Machine"
2) Pada option tipe konfigurasi, pilih "Custom", klik "Next"
4) Pilih "Linux" untuk guest operating system, cari versi "Other Linux 4.x later kernel 64-bit"
6) Tentukan jumlah core processor, (saya menyarankan untuk diatur default)
7) Tentukan jumlah RAM yang ingin kita berikan. Nah untuk ini, bisa kita atur diatas 1 GB
8) Pilih "Use bridge networking" untuk tipe jaringannya
9) Pada langkah konfigurasi berikut ini, biarkan diatur default (recommended)
10) Pilih "Create a new virtual disk"
11) Tentukan jumlah disk, saya menyarankan 20 GB ke atas. Pilih "Split virtual disk"
12) Tentukan lokasi file disk, biarkan diatur sesuai lokasi folder instalasi kita
13) Sebelum diinstal, cek apakah konfigurasi instalasinya sudah sesuai. Klik "Finish"
14) Jalankan mesin virtual, klik "Power on this virtual machine"
15) Tekan ENTER pada "Install Proxmox VE"
16) Klik "I agree"
17) Tentukan lokasi dan zona waktu yang akan digunakan
18) Isi kata sandi administrasi dan alamat email
19) Atur konfigurasi jaringannya, isi hostname. Dan biarkan yang lainnya diatur otomatis
20) Cek dan konfirmasi apakah konfigurasinya sudah sesuai. Klik "Install"
21) Ketika loading sudah selesai, maka akan muncul tampilan pertama Proxmox berikut ini
Sekali lagi saya ingatkan kepada teman-teman, konfigurasi yang dilakukan tergantung kapasitas perangkat (PC/Laptop) kita. Tentu akan ada sedikit perbedaan dalam pengaturan default.
Selamat mencoba..
Oke, segitu dulu tutorialnya
Semoga bisa membantu. Beri komentar positif jika teman-teman suka, kemudian klik "Ikuti" pada halaman blog ini. Untuk terus update dan memberi dukungan kepada penulis.
Terima kasih..
























0 Komentar